Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan

Hidup Memang Sebuah Pilihan


Oleh: Wiwin Sholikhah


Hidup itu singkat dan hidup itu sederhana. Bagaimana tidak, kita lahir di dunia hanya makan dan minum kemudian tanpa kita sadari dan kita ketahui kapan, kita itu akan mati dan kembali lagi pada Tuhan kita. Kita lahir dengan suci, kita lahir dengan bersih, namun mengapa kerap kali manusia mati harus dengan dosa. Bukan menghakimi, tetapi sekedar melihat kenyataan hidup yang ada.

Belajar menghargai hidup, itu yang seharusnya dilakukan. Memang tak semudah membalikan telapak tangan atau menuang air ke dalam gelas, namun jika niat, usaha dan doa itu ada, pasti tiada yang tidak mungkin bagi Allah.

Selalu ingat kepada Tuhan, sadar diri mengapa manusia itu dilahirkan di dunia dan bagaimana seharusnya manusia itu di dunia ini. Ataukah akan merusak ataukah akan menjaga, ataukah akan berbuat baik ataukah akan berbuat jahat, dan ataukah akan mencari dosa ataukan akan mencari ridho Allah. Hidup itu memang sebuah pilihan.

Harga Sebuah Waktu


Seorang Ayah pulang ke rumah dalam keadaan letih di sambut oleh anak lelakinya yg berusia 7 tahun didepan pintu.


Anak: Ayah, boleh tidak Kevin bertanya?

Ayah: “Ya…nak tanya apa?”
Anak: “Berapa pendapatan ayah per jam ?”
Ayah: “Itu bukan urusan kamu, buat apa kamu sibuk tanya?
” si ayah mulai...marah karena merasa lelah.
Anak: “Kevin tidak tahu ayah. Tolonglah beritahu berapa pendapatan ayah satu jam bekerja di kantor?” si anak mulai merayu.
Ayah: “Rp 10.000 perjam, memang kenapa?”
Anak: “Oh…” si anak menjawab sambil tunduk ke bawah. Kemudian memandang
wajah ayahnya sambil bertanya, “Ayah….boleh tidak Kevin pinjam Rp 5000
dari ayah?”

Si Ayah mulai menjadi berang dan berkata, ” oh, itu sebabnya kamu tanya berapa pendapatan ayah, untuk apa uang sebanyak 5000 ? mau buat beli barang mainan lagi?

Ayah kerja capek-capek bukan untuk buang uang sembarangan. Sekarang pergi ke kamar dan tidur, sudah lewat jam tidur nih…”

Anak kecil 7 tahun itu terdiam dan perlahan-lahan melangkah kembali ke kamar tidurnya.