Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

AYO BELAJAR MEMBACA

Oleh: Wiwin Sholikhah

Untuk posting kali ini, saya akan bahas mengenai tentang media video sebagai sarana dalam menarik anak untuk belajar membaca. Saya beranggapan bahwa media video juga cukup baik dan menarik untuk kita gunakan sebagai media  pengenalan huruf-huruf alfabet kepada anak-anak selain kita menggunakan gambar dan pembelajaran secara langsung. Dibandingkan media gambar mengapa video lebih menarik? ya tentunya karena video disajikan disamping dengan gerak dan animasi, video juga disajikan dengan suara. 
Berikut tadi sedikit ulasan menurut pendapat saya tentang kelebihan video.
Sekarang kita simak video berikut ini ya :)


Sumber video: www.youtube.com

HAFALAN AL-QURAN TINGKATKAN KECERDASAN DAN KESEIMBANGAN MENTAL



Sebuah kajian dan penelitian dilakukan. Temanya tentang tingkat kesehatan psikologis yang diperoleh seseorang dan kaitannya dengan tingkat hafalan al-Qurannya. Bagaimana hasilnya?
Ternyata menghafal al-Quran mempunyai korelasi yang sangat kuat dengan tingkat kesehatan psikologi seseorang. Hal ini sangat kuat disimpulkan dari hasil kajian yang dilakukan DR. Shaleh Bin Ibrahim Ashani, seorang dosen di Universitas Imam Muhammad Ibn Saud Riyadh. Penelitian itu melibatkan dua kelompok, yakni kelompok siswa dan siwi Universitas Malik Abdul Aziz di Jeddah yang berjumlah 170 orang. Dan kelompok siwa-siswi Lembaga Kajian al-Quran Imam Syatibi yang berada di bawah koordinasi Organisasi Penghafal al-Quran di Jeddah yang muridnya juga berjumlah 170 orang.



Peneliti mengidentifikasi definisi kesehatan mental sebagai: Situasi kesesuaian psikologi seseorang melalui empat dimensi utama, yaitu dimensi religious atau spiritual, dimensi psikologis, sosial dan dimensi fisik. Peneliti menggunakan skala untuk mengukur kesehatan mental dari bahan kajian Solaiman Dawereay, yang terdiri dari 60 istilah tentang kesehatan mental sehingga menghsilkan koefisien stabilitas yang baik. 
Study ini menemukan adanya hubungan positif antara tingginya tingkat hafalan al-Quran dan tingkat kesehatan mental. Siswa-siswi yang memiliki hafalan al-Quran lebih banyak ternyata memiliki tingkat kesehatan mental yang jauh lebih baik di banding selain mereka yang perbandingan yang sangat mencolok.



Ada lebih dari 70 studi yang dilakukan baik oleh kalangan Muslim maupun non Muslim, yang semuanya menekankan pentingnya agama dalam peningkatan tingkat stabilitas psikologis atau mental seseorang. Di Saudi Arabia juga pernah pernah dilakukan sejumlah penelitaian yang menghasilkan bahwa peran hafalan al-Quran sangat besar dalam pengembangan keterampilan siswa di sekolah dasar. Selain itu, dibuktikan juga dampak positif dari al-Quran pada prestasi akademik yang diperoleh mahasiswa di universitas.


Hapus RSBI, Hilangkan Diskriminasi Pendidikan!

Penghapusan RSBI Hilangkan Diskriminasi di Dunia Pendidikan

Selama ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tidak berhenti untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Salah satunya dengan membuka Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI). 
Namun, sayangnya, keberadaan RSBI ini justru menjadi bumerang karena dianggap sebagai bentuk diskriminasi dan kastanisasi bagi siswa tidak mampu. Untuk itu, berbagai pihak mengambil langkah untuk judicial review terhadap Pasal 50 Ayat (3) UU No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Jenderal Forum Serikat Guru Indonesia (FSGI) Retno Listyarti mengatakan, pihaknya berharap Mahkamah Konstitusi segera memutuskan uji materi pembatalan Pasal 50 Ayat (3) UU No 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas yang menjadi pintu masuk dilaksanakannya RSBI.

"Percepatan keputusan ini penting agar ada kepastian hukum sehingga RSBI segera dihapus," kata Retno kepada Kompas.com, Selasa (30/10/2012).

Ia mengungkapkan, penghapusan RSBI ini berarti menghilangkan diskriminasi dan kastanisasi dalam pendidikan. Pasalnya, keberadaan RSBI ini semakin mengukuhkan bahwa hanya anak yang mampu berhak atas pendidikan yang dianggap berkualitas.

Jadi Guru yang Menyenangkan? Ini Tipsnya!


guruKOMPAS.com – Seorang guru tentunya ingin membangun iklim komunikasi yang baik dengan siswanya, agar para siswa mengerti apa yang disampaikan, dan membuat aktivitas belajar mengajar menjadi menyenangkan.
Bagaimana menciptakan suasana yang menyenangkan itu? Para guru, di antaranya, dituntut untuk cekatan merespons kebutuhan siswa, selalu siap untuk berdiskusi, dab menjadi pendengar yang baik atas persoalan belajar siswa.  Tetapi, untuk melaksanakan itu semua, yang tak kalah penting adalah memberikan “aturan main” yang jelas, dan berikan kesempatan bagi siswa untuk memberikan umpan balik.
Kedengarannya memang mudah. Bagaimana mempraktikkannya? Ada beberapa cara yang mungkin bisa membantu Anda untuk menciptakan komunikasi yang efektif antara pengajar dan anak didik:
1. Mulailah pada hari pertama sekolah
Pada setiap awal tahun ajaran, atau semester, carilah waktu yang tepat untuk membuat semua aturan, dan kesempatan bagi siswa untuk berkomunikasi tentang berbagai situasi, termasuk pada siswa yang ‘bermasalah’. Seorang guru harus memastikan bahwa siswa merasa didekati sejak hari pertama sekolah.

2. Jadilah proaktif
Seorang guru harus berjuang ke arah gaya mendidik yang proaktif. Selain ada keuntungan dari momen yang spontan, tapi dapat juga digunakan untuk berkomunikasi dengan siswa, misalnya mengatur jadwal berdiskusi di luar jam mengajar.

3. Menjadi pendengar yang aktif
Mendengarkan secara aktif menunjukkan bahwa guru benar-benar mencoba untuk memahami secara verbal dan nonverbal pesan yang disampaikan, merasakan perasaan, dan pikiran. Menjadikan siswa yakin dan merasa dihargai bahwa apa yang mereka sampaikan mendapatkan perhatian.

MARI MENGENAL HURUF HIJAIYAH

Sebagai seorang muslim kita haru mengenal Huruf-huruf Al-quran yaitu huruf Hijaiyah. Sudah kewajiban kita sebagai muslim untuk mengamalkan Kitab Suci Al-Quran sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah. Oleh karena itu, sejak dini mari kita mulai kenalkan anak-anak dengan huruf hijaiyah :)
Simak video berikut ini ya!

Sumber video: Youtube

Bagaimana menarik bukan? ya memang akan jauh lebih mudah dan menarik bagi anak-anak pengenalan huruf hijaiyah dengan video education tadi.
semoga bermanfaat ya..
salam Wiwin :D

PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NEGARA


Oleh: Wiwin Sholikhah *)

LATAR BELAKANG PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI
Pandangan hidup bangsa pada dasarnya berpangkal pada kodrat manusia, hanya karena pendapat masing-masng bangsa tentang kodrat manusia itu berbeda, maka menimbulkan pandangan hidup yang berbeda pula. Pandangan hidup bagi bangsa indonesia adalah Pancasila yang merupakan jiwa bangsa Indonesia yang kemudian  diwujudkan dalam bentuk tingkah laku dan amal perbuatan memjadi kebribadian bangsa. Kepribadian bangsa yang kuat akhirnya menjelma menjadi pandangan hidup, dan pandangan hidup inilah  yang oleh bangsa Indonesia dinyatakan sebagai filsafat hidup bangsa Indonesia dan sekaligus sebagai ideologi negara indonesia.
Pancasila sebagai ideologi menyerupai norma agendi, yaitu norma atau pedoman untuk bertindak atau berbuat. Sesuai dengan dalil bahwa segala seuatu harus bertindak menurut kodrat masing-masing (No bless oblige!), maka manusia pun harus bertindak menurut kodrat rasionalnya karena manusia adalah makluk jasmani-rohani yang berakal budi. (Sri Hudiarini, 2011: 113)

HAKIKAT IDEOLOGI
Ideologi ditinjau dari segi etimologi berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari dua kata yaitu idea dan logia. Idea yang berarti melihat dan logia yang  berarti berbicara atau teori. Jadi ideologi mempunyai arti sebagai gagasan umum atau merupakan konsep sebagai hasil dari pemikiran.
Suatu ideologi harus memiliki beberapa unsur yaitu:
  1. Memiliki suatu gagasan dasar yang tegas bahkan seringkali diyakini sekalipun belum dibuktikan secara empiris.
  2. Adanya sekelompok manusia sebagai pendukung ideologi tersebut.
  3. Adanya sekelompok manusia yang mendukung direalisasikannya gagasan-gagasan dasar atau nilai-nilai yang dirangkum ideologi tersebut sehingga tercapai suatu tujuan atau cita-cita.