Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan

Hidup Memang Sebuah Pilihan


Oleh: Wiwin Sholikhah


Hidup itu singkat dan hidup itu sederhana. Bagaimana tidak, kita lahir di dunia hanya makan dan minum kemudian tanpa kita sadari dan kita ketahui kapan, kita itu akan mati dan kembali lagi pada Tuhan kita. Kita lahir dengan suci, kita lahir dengan bersih, namun mengapa kerap kali manusia mati harus dengan dosa. Bukan menghakimi, tetapi sekedar melihat kenyataan hidup yang ada.

Belajar menghargai hidup, itu yang seharusnya dilakukan. Memang tak semudah membalikan telapak tangan atau menuang air ke dalam gelas, namun jika niat, usaha dan doa itu ada, pasti tiada yang tidak mungkin bagi Allah.

Selalu ingat kepada Tuhan, sadar diri mengapa manusia itu dilahirkan di dunia dan bagaimana seharusnya manusia itu di dunia ini. Ataukah akan merusak ataukah akan menjaga, ataukah akan berbuat baik ataukah akan berbuat jahat, dan ataukah akan mencari dosa ataukan akan mencari ridho Allah. Hidup itu memang sebuah pilihan.

HAFALAN AL-QURAN TINGKATKAN KECERDASAN DAN KESEIMBANGAN MENTAL



Sebuah kajian dan penelitian dilakukan. Temanya tentang tingkat kesehatan psikologis yang diperoleh seseorang dan kaitannya dengan tingkat hafalan al-Qurannya. Bagaimana hasilnya?
Ternyata menghafal al-Quran mempunyai korelasi yang sangat kuat dengan tingkat kesehatan psikologi seseorang. Hal ini sangat kuat disimpulkan dari hasil kajian yang dilakukan DR. Shaleh Bin Ibrahim Ashani, seorang dosen di Universitas Imam Muhammad Ibn Saud Riyadh. Penelitian itu melibatkan dua kelompok, yakni kelompok siswa dan siwi Universitas Malik Abdul Aziz di Jeddah yang berjumlah 170 orang. Dan kelompok siwa-siswi Lembaga Kajian al-Quran Imam Syatibi yang berada di bawah koordinasi Organisasi Penghafal al-Quran di Jeddah yang muridnya juga berjumlah 170 orang.



Peneliti mengidentifikasi definisi kesehatan mental sebagai: Situasi kesesuaian psikologi seseorang melalui empat dimensi utama, yaitu dimensi religious atau spiritual, dimensi psikologis, sosial dan dimensi fisik. Peneliti menggunakan skala untuk mengukur kesehatan mental dari bahan kajian Solaiman Dawereay, yang terdiri dari 60 istilah tentang kesehatan mental sehingga menghsilkan koefisien stabilitas yang baik. 
Study ini menemukan adanya hubungan positif antara tingginya tingkat hafalan al-Quran dan tingkat kesehatan mental. Siswa-siswi yang memiliki hafalan al-Quran lebih banyak ternyata memiliki tingkat kesehatan mental yang jauh lebih baik di banding selain mereka yang perbandingan yang sangat mencolok.



Ada lebih dari 70 studi yang dilakukan baik oleh kalangan Muslim maupun non Muslim, yang semuanya menekankan pentingnya agama dalam peningkatan tingkat stabilitas psikologis atau mental seseorang. Di Saudi Arabia juga pernah pernah dilakukan sejumlah penelitaian yang menghasilkan bahwa peran hafalan al-Quran sangat besar dalam pengembangan keterampilan siswa di sekolah dasar. Selain itu, dibuktikan juga dampak positif dari al-Quran pada prestasi akademik yang diperoleh mahasiswa di universitas.


Hapus RSBI, Hilangkan Diskriminasi Pendidikan!

Penghapusan RSBI Hilangkan Diskriminasi di Dunia Pendidikan

Selama ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tidak berhenti untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Salah satunya dengan membuka Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI). 
Namun, sayangnya, keberadaan RSBI ini justru menjadi bumerang karena dianggap sebagai bentuk diskriminasi dan kastanisasi bagi siswa tidak mampu. Untuk itu, berbagai pihak mengambil langkah untuk judicial review terhadap Pasal 50 Ayat (3) UU No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Jenderal Forum Serikat Guru Indonesia (FSGI) Retno Listyarti mengatakan, pihaknya berharap Mahkamah Konstitusi segera memutuskan uji materi pembatalan Pasal 50 Ayat (3) UU No 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas yang menjadi pintu masuk dilaksanakannya RSBI.

"Percepatan keputusan ini penting agar ada kepastian hukum sehingga RSBI segera dihapus," kata Retno kepada Kompas.com, Selasa (30/10/2012).

Ia mengungkapkan, penghapusan RSBI ini berarti menghilangkan diskriminasi dan kastanisasi dalam pendidikan. Pasalnya, keberadaan RSBI ini semakin mengukuhkan bahwa hanya anak yang mampu berhak atas pendidikan yang dianggap berkualitas.

SEMBILAN MAKAN TERBURUK UNTUK DIKONSUMSI

Kami tidak mengatakan, makanan-makanan di bawah ini tidak boleh lagi Anda konsumsi. Tetapi berusahalah menghindari makanan di bawah ini dalam menu Anda, jika Anda ingin mempertahankan nutrisi dan menurunkan berat badan.

1. Pencuci mulut yang digoreng

Pada dasarnya makanan pencuci mulut sudah memiliki kadar lemak dan gula yang tinggi. Jadi bayangkan betapa buruknya jika dihidangkan dengan cara digoreng. Dan jangan terlena dengan pisang goreng atau nanas goreng mentang-mentang buah. Karena dibuat dengan adonan pembungkus dan sirup, mereka adalah pencuci mulut yang buruk.


2. Makanan yang digoreng dan berlapis keju

Pada dasarnya, semua gorengan buruk bagi kesehatan. Jadi jika kentang goreng dilapisi keju, tentu makanan ini masuk dalam daftar paling buruk untuk dikonsumsi. Keju biasanya mengandung lemak 10 kali lebih bayak dari ikan dan daging putih. Apalagi ditambah karbohidrat goreng.


3. Minuman bersoda

Minuman ringan dan soda buruk bagi kesehatan karena mengandung banyak kalori, meskipun dikonsumsi dalam jumlah kecil. Berdasarkan hasil studi, minuman bersoda dapat meningkatkan

Jangan jadi pecundang negeri ini!

 Oleh: Wiwin Sholikhah

Sebagai calon penerus bangsa tentunya akan banyak tantangan masa depan dari kehidupan yang semakin jauh lebih maju. Ya, sehingga beban bangsa kita yang akan dihadapi kedepanya juga akan semakin berat. Di masa mendatang tentunya pula akan dihadapkan pada arus informasi yang semakin canggih, perkembangan pengetahuan  dan teknologi yang semakin cepat dan luas. Tidak dipungkiri juga, pola kehidupan dunia mendatang pasti semakin mengglobal dan terbuka, serta akan hadir berbagai tantangan baru lainnya. Oleh karenanya calon penerus bangsa harus siap dengan apa yang akan mereka hadapi.
Tetapi perlu diingat, tetaplah kita jadikan Pancasila sebagai pedoman kita dimanapun dan di masa kapanpun kita berada. Mengapa demikian? Karena pancasila itu ada pandangan hidup bangsa dan pribadi bangsa Indonesia. Janganlah jadi pecundang Indonesia, tawuran, anarkisme, korupsi, pelanggaran HAM, drug NO. Karena apalah guna negeri ini jika bangsanya hanyalah seorang pecundang-pecundang kehidupan yang hanya merugikan dan mempermalukan negerinya sendiri. Merasalah malu kepada para pahlawan negeri ini yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia puluhan tahun yang lau.

Bangsa Kita Perlu Renovasi



 Oleh: Wiwin Sholikhah


Dunia semakin berkembang, begitu juga seharusnya pemikiran dan ilmu kita. Berfikirlah bahwa kita itu generasi muda, maka kita lah generasi penerus bangsa. Dengan pemikiran yang demikian, sehingga pupuk lah dan berusahalah jadikan diri kita dan calon generasi penerus menjadi bangsa yang besar.
Di era globalisasi yang telah dihadapi kini, banyak problematika hidup yang semakin tidak wajar dan semakin memburuk. Lihatlah saja bagaimana keadaan negara Indonesa kita saat ini, apakah semakin buruk atau mungkin sudah sangat buruk? Ya, yang ada kini bangsa kita terus berada dalam ketertinggalan dan keterpurukan. Misalnya di bidang ekonomi saja tingkat pengangguran masyarakat kita masih tinggi. Kemiskinan cenderung naik dan pertumbuhan ekonomi cenderung turun.
Era globalisasi kini daya saing dunia semakin tinggi, sedangkan daya saing kita malah semakin melemah. Lihatlah saja negara-negara kawasan China, India, dan negara-negara kawasan Asia lainya yang kini semakin menunjukkan performance yang cemerlang dalam laju pertumbuhan ekonomi mereka. Nah bagaimana dengan negara kita?
Realita lain muncul dari dunia politik negara ini. Praktek politik negara ini berjalan semakin tidak sehat, yang ada semua berjalan secara keblabasan. Praktek busuk para wakil dan pemimpin rakyat yang tidak bertanggung jawab kerap saja muncul. Korupsi menjadi hal yang biasa bagi mereka. Bagaimana nasip rakyat ini jika para pemimpinya saja seperti itu?